Pilih Mana: Bahagia  atau Kaya
295 dibaca

Pilih Mana: Bahagia atau Kaya

3 Juni 2026 2 mnt baca 295 dibaca
Ringkasan
"Bahagia dulu atau kaya dulu? Sebelum bingung memilih, kuasai dulu seni komunikasi internal untuk mengendalikan rasa takut dan malas dalam diri Anda.

Jika dihadapkan pada sebuah pertanyaan, manakah kira-kira yang akan kita pilih, bahagia dulu atau kaya dulu..(Jujur kalo saya ingin ke dua-duanya..he..he.).

Sebelum bisa memutuskan, mungkin disaat yang sama pikiran kita akan terbawa pada sebuah pertanyaan yaitu mungkinkan bahagia tanpa materi (kaya) ? atau sebaliknya apa manfaatnya banyak materi (kaya) tetapi tidak bahagia ??  (ruweeeet).

Sebelum menjawab pilihan  bahagia dulu atau kaya dulu , saya teringat sebuah pernyataan bagus dari sebuah buku Unlimited Power karya Anthony Robbins yang menyatakan bahwa untuk bisa sukses kita harus menguasai  KOMUNIKASI. 

Pada prinsipnya semua prilaku kita berakar dari yang namanya komunikasi, itulah sebabnya dalam hal ini komunikasi dibagi menjadi dua yaitu Komunikasi Internal dan Komunikasi Eksternal.

  • Komunikasi internal itu contohnya seperti apa-apa yang kita bayangkan, apa-apa yang kita rasakan, apa-apa yang kita katakan pada diri sendiri.
  • Komunikasi external itu contohnya seperti gerak tubuh, tinggi rendah suara, warna wajah, nafas dll.

Apa yang terjadi jika kita tidak mampu mengelola komunikasi internal kita ?? dan apa yang terjadi jika kita tidak pandai dalam komunikasi eksternal ??

Pernahkah kita membayangkan (komunikasi internal) hal-hal yang menakutkan disaat kita seharusnya melakukan tindakan ??

Sebagai contoh saat kita ingin memulai bisnis tetapi yang dibayangkan adalah sebuah ketakutan akan kegagalan atau kerugian, apakah kita tetap akan memulai bisnis ?? ,

Ada bagian diri kita yang membisikan untuk tetap terus memulai bisnis tersebut, namun ada dari bagian diri kita yang membisikan untuk meninggalkannya. 

Karna kita yang membuat keputusan maka kitalah yang harus bertanggung jawab akan hasil yang di dapat dari keputusan itu.

Bagian diri kita itu lengkap contohnya pemberani dan penakut, optimis dan pesimis . Semua bagian itu pada dasarnya memiliki fungsi dan peran, yang jadi masalah adalah sering kali bagian yang tampil atau mendominasi adalah bagian yang tidak sesuai dengan harapan atau keinginan kita, sehingga kalo ini terjadi bisa mengambil alih semua kekuatan yang ada pada diri kita.

Pada suatu kondisi dimana yang seharusnya keberanian yang mendominasi ini malah ketakutan yang ada, seharusnya optimis yang mendominasi ini malah pesimis, seharusnya semangat tetapi malah malas dan mereka seolah-olah keluar dengan sendirinya tanpa diundang.

Itulah sebabnya kemampuan dalam mengelola komunikasi internal sangat penting. Pada akhirnya ini ada hubungannya dengan kemampuan memimpin diri sendiri, bagaimana mungkin kita bisa memimpin orang lain jika memimpin diri sendiri saja kita tidak mampu.

Lantas bagaimana merubah penakut menjadi pemberani  seperti yang kita harapkan ?? merubah perasaan malas, kesal, marah, cemburu menjadi hal-hal yang kita inginkan sehingga kita bisa lebih produktif ??

Ingat, perasaan itu semua tidak  datang dengan sendiri oleh karenanya tidak bisa hilang dengan sendiri, bagaimana caranya ??  nanti di sambung ya ke PART 2 ..he..he, udah ngantuk.

Masih Bingung
dengan Kondisi Lukamu?

Baca artikel tidak cukup? Konsultasikan langsung dengan perawat tersertifikasi kami.

Konsultasi Gratis